Kronologi, Surabaya – Pemerintah melalui Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat, 28 Februari 2025. Program MBG secara resmi diluncurkan pemertinah pada 6 Januari 2025.
Kegiatan sosialisasi MBG ini dilakukan di Gedung Serbaguna, Kelurahan Pucang Sewu. Sosialisasi MBG yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo ini dihadiri kurang lebih 300-an peserta.
Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan Lembaga Negara non-Kementerian yang berdedikasi untuk pemenuhan gizi nasional. BGN fokus dalam mendukung penuh program Makan Bergizi Nasional (MBG) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Acara sosialisasi program MBG dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari, Anggota DPRD Kota Surabaya Rasiyo, dan perwakilan dari BGN Rima Nurisa Brahmani.
Anggota Komisi IX DPR RI, Lucy Kurniasari menegaskan bahwa program MBG ini bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak dan ibu. Selain itu, program ini juga dapat mengurangi angka stunting dan malnutrisi.
“Program MBG bukan hanya makan bergizi, tapi juga diharapkan adanya perubahan perilaku pada makan yang lebih sehat, termasuk perilaku hidup sehat pada anak-anak sejak dini,” jelas Lucy Kurniasari.
Adapun mengenai biaya/anggaran awal untuk menjalankan program MBG yakni Rp 71 triliun untuk menjangkau 17,5 juta penerima manfaat hingga September 2025. Namun Menurut Menteri Keuangan, anggaran program ini akan ditambah Rp 100 triliun, sehingga menjadi Rp 171 triliun. Bila ditambah Rp 100 triliun, bisa menyasar 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir tahun 2025.
Lucy Kurniasari mengungkapkan mengenai target ataupun juga sasaran utama bagi penerima manfaat program MBG ini.
“Program MBG akan menyasar 4 target utama, yaitu pelajar (PAUD hingga SMA sederajat dan santri), balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” tambahnya.
Dalam program ini, makanan yang disediakan mengikuti standar gizi yang ditetapkan, termasuk kebutuhan akan protein, vitamin, mineral, dan energi yang mencukupi.
Dengan menyediakan makanan yang sehat dan bergizi secara gratis, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan kelompok yang dilayani, serta membantu menciptakan kondisi yang lebih baik untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dengan baik dan berkualitas.
“Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju,” sambungnya.
Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.
“Setiap Dapur MBG dikelola oleh seorang Kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional. Kepala SPPG bekerja sama dengan seorang ahli gizi dan akuntan untuk memastikan pengawasan terhadap kualitas gizi dan kelancaran distribusi makanan. Termasuk 45 – 47 petugas memasak makanan,” ujar Lucy.
Selain memastikan kecukupan gizi dalam setiap porsi MBG, SPPG juga bertugas mengawasi standar kebersihan, pengelolaan gizi, dan pengelolaan limbah di setiap dapur MBG dengan ketat.
Pada April 2025 ditargetkan 3 juta anak yang mendapatkan makan bergizi. Agustus 2025 target menjadi 15 juta, dan akhir tahun anak Indonesia bisa dapat makanan bergizi gratis.**