Kronologi, Sulawesi Utara – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka, Mayor Jenderal TNI Suhardi, memimpin Rapat Rencana Tindak Kontinjensi (Rentinkon) dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di wilayah Sulawesi Utara.
Rapat yang berlangsung di Ruang Yudha Makodam Kamis, 27 Februari 2025, juga dihadiri oleh Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto, Kapoksahli Pangdam Brigjen TNI Wakhyono, para Asisten, Dan/Kabalakdam, LO AL, LO AU, Asops Lantamal VIII, Kadisops Lanudsri, Kepala Basarnas, Kepala BMKG, Kepala Balai Pengamatan Gunung Meletus dan Gerakan Tanah Sulawesi dan Maluku (BPGMBGTSM), serta Kepala BPBD Sulawesi Utara.
Dalam rapat tersebut, Pangdam XIII/Merdeka menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana di Sulawesi Utara, yang rawan terhadap ancaman seperti gempa bumi, longsor, erupsi gunung berapi, dan cuaca ekstrem.
“Kita harus memiliki rencana yang matang serta kesiapsiagaan yang tinggi dalam menghadapi potensi bencana. TNI akan selalu siap mendukung upaya mitigasi dan respons bencana bersama instansi terkait,” ujar Pangdam XIII/Merdeka dalam arahannya.
Perwakilan BMKG dan BPGMBGTSM turut menyampaikan paparan terkait kondisi geologi dan meteorologi terkini di wilayah tersebut serta pentingnya sistem peringatan dini. Sementara itu, Basarnas dan BPBD menyoroti strategi evakuasi, kesiapan personel, serta dukungan logistik dalam penanganan darurat bencana.
Hasil rapat ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor serta meningkatkan kesiapsiagaan seluruh elemen dalam menghadapi berbagai skenario bencana yang mungkin terjadi di Sulawesi Utara. Pangdam XIII/Merdeka menegaskan bahwa latihan gabungan dan simulasi akan terus digalakkan guna memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam situasi darurat.
Penulis : Anita Tambayong (Sumber materi : Kolonel Inf Daniel E. S. Lalawi, S.I.P Kapendam XIII Merdeka)