Connect with us

Headline

Belajar dari Sepakbola Dunia

Published

on

Belajar dari Sepakbola Dunia 31

Oleh: Prof. Dr. Haedar Nashir
(Ketua Umum PP Muhammadiyah)

Piala Dunia di Qatar menyisakan semifinal menarik. Argentina vs Kroasia serta Maroko vs Perancis. Kejutan terbesar Maroko masuk semifinal setelah menaklukkan juara Eropa Portugal yang diisi bintang besar Cristiano Ronaldo dengan skor 1-0 lewat gol Youssef El-Naesyri.

Sebelumnya, Achraf Hakim dan kawan-kawan sukses mengandaskan Spanyol, Juara Dunia tahun 2010, lewat adu penalti yang dramatis.

Pendukung Maroko tentu berharap kejutan selanjutnya, menaklukkan Perancis di semifinal, lalu ke final. Jika itu terjadi akan sangat menarik dan terbuka peluang jadi juara baik lawan Argentina maupun Kroasia. Namun tentu jalan tidak mudah karena yang dihadapi Mbappe dan kawan-kawan yang terbilang tangguh serta bermental juara dunia dua kali.

Keempat kesebelasan punya peluang sama untuk juara. Dua negara memiliki tradisi juara, yakni Argentina dua kali juara (1978 dan 1986) sama dengan Perancis (1998 dan 2018). Semuanya tergantung banyak faktor, termasuk nasib.

Dunia sepakbola sering mengejutkan. Siapa sangka Arab Saudi bisa menumbangkan Jerman. Jerman yang empat kali juara (1954, 1074, 1990, 2014) pulang lebih awal. Brasil yang digadang-gadang calon juara kalah adu penalti melawan Kroasia. Padahal negara lima kali juara itu (1958, 1962, 1970, 1994, 2002) dikenal gudang para pemain ternama seperti Pele, Romario, Ronaldo Nazario, Kaka, dan kini Neymar.

Brasil kalah adu penalti oleh Modric dan kawan-kawan yang belum pernah juara. Kroasia memang sedang bangkit, empat tahun lalu jadi Runner-Up, setelah kalah 2-4 dari Perancis di final tahun 2018 di Piala Dunia Moskow Russia.

Maroko adalah satu-satunya wakil Afrika yang berhasil masuk semifinal. Namun negara Maghribi tersebut bukan tiba-tiba datang setelah ikut pertama kalinya tahun 1970. Tahun 1986 pada Piala Dunia di Meksiko, Maroko menembus 16 besar setelah kalah 1-0 dari Jerman. Tahun 1976 kesebelasan yang dijuluki Singa Atlas itu pernah juara Afrika. Ada perjuangan panjang Maroko membangun sistem sepakbola yang maju.

Maroko sukses tidak secara instan. Pola bermainnya menerapkan sepakbola modern. Bermain sebagai tim dengan satu dua sentuhan bola yang terus mengalir ke depan. Ketika bertahan jarak pemain tengah dan belakang cukup rapat, sehingga sulit ditembus lawan. Plus didukung pemain-pemain andal yang berpengalaman di Eropa.

Para pemain yang bermain di klub ternama Eropa ialah Hakim Ziyech (Chelsea), Achraf Hakimi yang lulusan Akademi Madrid (kini di PSG, sebelumnya di Madrid, Dortmund, dan Inter Milan), Youssef El-Naesyri (Sevilla), Noussair Mazraoui (Bayern Munchen). Penjaga gawang tangguhnya Yassine Bounou yang di punggungnya ditulis nama Bono mirip aseli Jawa, dia bermain di Sevilla.

Sepakbola modern cenderung pragmatis. Kata Carlo Ancelotti, pelatih legendaris dari Itali yang kini untuk kedua kalinya menukangi Real Madrid, jika ingin menang tidak harus selalu bermain indah. Para pemain harus menjaga intensitas, keseimbangan bertahan dan menyerang, dan bekerja sebagai tim.

Pemain sehebat apapun jangan lama-lama menguasai bola, harus cepat mengalirkan ke pamain lain, bila lebih dari lima sentuhan bola akan lepas.

Brasil gagal antara lain karena masih terpola sepakbola klasik. Meski pelatih Tite mulai agak pragmatis, tapi minim kreasi dan cenderung konservatif. Para pemain terlalu asik ngocek bola tanpa cepat mengalirkan ke yang lain. Brasil di Piala Dunia Qatar minim gelandang serang tangguh, kecuali Casemiro yang jago bertahan.

Berbeda dengan Kroasia, apalagi ada komandan hebat sekelas Luka Modric, yang pandai mengatur ritme dan aliran bola dengan atraktif. Gol balasan Kroasia ke gawang Brasil hasil dari kreasi pemain Madrid itu.

Dari Piala Dunia Qatar dan sepakbola kita sebagai bangsa dapat banyak belajar tentang bermain bola dan berbangsa. Bagaimana menggabungkan aktor dan sistem dengan pola permainan yang tepat.

Didukung mental para pemain yang haus kemenangan, menyatu, gigih, dinamis, dan terus bergerak meraih keberhasilan. Maroko menjadi salah satu contoh. Jika ingin maju dan sukses harus berjuang keras, bukan menerabas. Apalagi ribut melulu, kapan maju dan sukses? Sepakbola itu kehidupan!

*sumber: fb Haedar Nashir, 12.12.22

Advertisement

Trending

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 46 Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 47
Kriminal3 minggu ago

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan

Kronologi, Gorontalo – KBO Sat Intelkam Polresta Gorontalo Kota dan Kapolsek Kota Utara mendatangi pemilik rumah makan Kedai 69 yang...

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 48 Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 49
Kriminal2 bulan ago

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut

Kronologi, Gorontalo – Satu unit mobil pick up dengan nomor polisi DM 8317 BN diamankan aparat Polres Gorontalo Utara (Gorut)...

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 50 Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 51
Kriminal2 bulan ago

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi

Kronologi, Gorontalo – Kepolisian Resor Gorontalo mengamankan warga berinisial SR alias Arif (35) karena sempat ditenggarai seorang teroris. Penangkapan warga...

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 52 Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 53
Kriminal2 bulan ago

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya

Kronologi, Gorontalo – Aparat kepolisian dari Polres Gorontalo Utara (Gorut) dibantu Polsek Gentuma Raya, menggerebek satu tempat penyulingan minuman keras...

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 54 Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 55
Kriminal3 bulan ago

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara

Kronologi, Gorontalo – Kapolres Gorontalo Utara (Gorut) AKBP Juprisan Pratama Ramadhan Nasution, meminta agar masyarakat turut berperan aktif dalam pemberantasan...

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 56 Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 57
Kriminal3 bulan ago

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya

Kronologi, Gorontalo – Sepanjang periode 2021-2022, Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo telah menangani enam kasus besar penambangan dan pengangkutan material batu...

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 58 Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 59
Kriminal3 bulan ago

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib

Kronologi, Bone Bolango – Ribuan karung yang menumpuk di pinggir jalan dan terpasang garis polisi di Desa Buludawa, Kecamatan Suwawa,...

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 60 Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 61
Kriminal3 bulan ago

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo

Kronologi, Gorontalo – Seorang karyawan perusahaan leasing di Kota Gorontalo menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh salah seorang oknum anggota...

Facebook

Advertisement

Terpopuler

Copyright © 2018 PT Ininnawa Digital Media