Connect with us

Headline

Bharada E Ungkap Peran Istri Sambo saat Ikut Atur Skenario Eksekusi Brigadir J

Published

on

Bharada E Ungkap Peran Istri Sambo saat Ikut Atur Skenario Eksekusi Brigadir J 33

Kronologi, Jakarta – Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E menceritakan detik-detik jelang eksekusi penembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Dia menceritakan peristiwa menegangkan itu sambil menangis saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).

Bharada E mengungkap tempat kejadian perkara (tkp) penembakan terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo, Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada 8 Juli lalu.

Mulanya, Bharada E menceritakan saat di rumah Saguling ia diminta untuk menemui Sambo di ruang keluarga. Di sana ia melihat Sambo menitikkan air mata.

Sambo bertanya kepada Bharada E ihwal peristiwa di Magelang, Jawa Tengah. Namun, ia mengaku tidak mengetahui peristiwa tersebut.

Tak selang lama, istri Sambo, Putri Candrawathi datang dan duduk di samping suaminya. Saat itulah Sambo menceritakan peristiwa yang menimpa Putri sembari menangis. Sambo menyebut Brigadir J telah melecehkan Putri di Magelang.

“Baru dia bilang, nangis yang mulia: ‘Yosua sudah melecehkan ibu’,” kata Bharada E.

Mendengar hal itu, Bharada E pun kaget sekaligus ketakutan lantaran ia juga berada di Magelang saat itu. Ia juga bertanya-tanya dalam hati terkait kebenaran peristiwa itu.

“‘Kurang ajar ini, kurang ajar, dia sudah tidak menghargai saya. Dia menghina martabat saya,'” kata Bharada E menirukan suara Sambo.

Bharada E Ungkap Peran Istri Sambo saat Ikut Atur Skenario Eksekusi Brigadir J 34

“Dia (FS) bicara sambil emosi, mukanya merah. Jadi setiap habis bicara, dia ada sisi diam untuk nangis dan bilang ‘memang harus dikasih mati anak itu’,” imbuhnya.

Sambo kemudian memerintah Bharada E untuk menembak Brigadir J. Mantan Kadiv Propam itu berjanji akan membelanya.

“Saya mikir, saya diam kaget juga. Dia bilang ‘nanti kau yang tembak Yosua ya, nanti saya jaga kamu. Kalau saya yang tembak, tidak ada yang bela kita,” ujarnya.

Bharada E terdiam dan tak menjawab instruksi dari Sambo. Ia merasa ketakutan.

Sambo lantas menjelaskan skenario penembakan Brigadir J kepada Bharada E. Dalam skenario itu, Putri disebut dilecehkan Brigadir J di rumah dinas, Duren Tiga.

“Saya terdiam, Yang Mulia. Saya tidak menjawab sama sekali karena masih takut, masih kayak ini nyata yang dia sampaikan,” katanya.

“Baru dia bilang ‘Jadi gini Chard, skenarionya’, dia langsung jelaskan skenarionya di situ di Duren Tiga. Kita bilang di 46 ibu dilecehkan Yosua, baru ibu teriak. Kamu dengar kamu respons, Yosua ketahuan, Yosua tembak, kamu tembak’,” sambungnya.

Sontak Bharada E pun kaget. Sambo menenangkan dan memastikan posisi Bharada E aman.

Setelahnya, Sambo dan Putri tampak berbincang. Namun, Bharada E tak dapat mendengar secara detail percakapan keduanya lantaran suara Putri sangat pelan.

“Saya kaget, kok saya disuruh bunuh orang ini, itu pikiran saya kacau, itu baru dia bilang ‘Sudah, kamu tenang aja. Kamu posisinya bela ibu, jadi kamu aman Chard’,” ungkap Bharada E.

“Di samping itu dia ngobrol sama ibu karena ibu suaranya pelan, Yang Mulia, tidak dengar secara detail. Tapi ibu bahas CCTV Duren Tiga dan sarung tangan. Ibu sempat bisik pakai sarung tangan,” imbuhnya.

Bharada E mengatakan bahwa Sambo secara berulang-ulang menjelaskan ihwal skenario pembunuhan Brigadir J.

“Saya cuma sempat bilang, ‘Siap Bapak’,” ucapnya.

Kemudian, Sambo memberinya amunisi. Sambo juga disebut memerintah Bharada E untuk mengambil senjata Brigadir J yang berada di mobil dan menyerahkan kepada Sambo.

“Chard, kalau ada yang nanya bilang mau isolasi,” kata Bharada E menirukan suara Sambo.

Bharada E pun bergegas mengambil senjata Brigadir J di mobil. Senjata jenis HS itu ia simpan di dalam tasnya. Lalu diserahkan kepada Sambo.

“Saya kasih senjata HS itu, saya kasih ke bapak, saya mau makan tapi pikiran sudah tidak fokus, rencana mau makan tidak jadi makan,” ujar Bharada E.

“Turun, saya ke toilet saya berdoa, Tuhan kalau bisa ubah pikiran Pak Sambo, ubah pikiran ya Tuhan biar enggak jadi karena saya takut, saya enggak tahu mau cerita ke siapa, saya berdoa saya keluar,” kata Bharada E sembari menangis.

Bharada E bersaksi untuk terdakwa Ricky Rizal atau Bripka RR dan Kuat Ma’ruf yang didakwa telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Bharada E juga berstatus terdakwa.

Selain mereka, ada dua terdakwa lain yang turut diproses hukum yaitu Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Pembunuhan terhadap Brigadir J terjadi pada Jumat, 8 Juli 2022 di rumah dinas Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Dalam surat dakwaan, Bharada E dan Sambo disebut menembak Brigadir J.

Latar belakang pembunuhan diduga karena istri Sambo yaitu Putri telah dilecehkan Brigadir J saat berada di Magelang pada Kamis, 7 Juli 2022.

Editor: Alfian Risfil A
Advertisement

Trending

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 49 Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 50
Kriminal3 minggu ago

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan

Kronologi, Gorontalo – KBO Sat Intelkam Polresta Gorontalo Kota dan Kapolsek Kota Utara mendatangi pemilik rumah makan Kedai 69 yang...

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 51 Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 52
Kriminal2 bulan ago

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut

Kronologi, Gorontalo – Satu unit mobil pick up dengan nomor polisi DM 8317 BN diamankan aparat Polres Gorontalo Utara (Gorut)...

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 53 Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 54
Kriminal2 bulan ago

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi

Kronologi, Gorontalo – Kepolisian Resor Gorontalo mengamankan warga berinisial SR alias Arif (35) karena sempat ditenggarai seorang teroris. Penangkapan warga...

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 55 Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 56
Kriminal2 bulan ago

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya

Kronologi, Gorontalo – Aparat kepolisian dari Polres Gorontalo Utara (Gorut) dibantu Polsek Gentuma Raya, menggerebek satu tempat penyulingan minuman keras...

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 57 Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 58
Kriminal3 bulan ago

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara

Kronologi, Gorontalo – Kapolres Gorontalo Utara (Gorut) AKBP Juprisan Pratama Ramadhan Nasution, meminta agar masyarakat turut berperan aktif dalam pemberantasan...

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 59 Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 60
Kriminal3 bulan ago

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya

Kronologi, Gorontalo – Sepanjang periode 2021-2022, Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo telah menangani enam kasus besar penambangan dan pengangkutan material batu...

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 61 Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 62
Kriminal3 bulan ago

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib

Kronologi, Bone Bolango – Ribuan karung yang menumpuk di pinggir jalan dan terpasang garis polisi di Desa Buludawa, Kecamatan Suwawa,...

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 63 Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 64
Kriminal3 bulan ago

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo

Kronologi, Gorontalo – Seorang karyawan perusahaan leasing di Kota Gorontalo menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh salah seorang oknum anggota...

Facebook

Advertisement

Terpopuler

Copyright © 2018 PT Ininnawa Digital Media