Connect with us

Opini

Malapetaka Kanjuruhan & Mentalitas “Bukan Saya”

Published

on

Malapetaka Kanjuruhan & Mentalitas “Bukan Saya” 31

Oleh: Arief Gunawan
(Pemerhati Sejarah)

ORANG Belanda waktu menjajah melekatkan dua ciri umum tentang kebiasaan orang Indonesia.

Yaitu niet schoon en niet op tijd.
Kurang menjaga kebersihan dan tidak tepat waktu.

Saking kurang memiliki penghargaan terhadap waktu, konon kata “telat” berasal dari serapan bahasa Belanda dan Inggris, yaitu dari kata “laat” dan “late”.

Mochtar Lubis di tahun 1977 pernah mencari “siapa sebenarnya orang Indonesia”.

Melalui pidato kebudayaan di Taman Ismail Marzuki ia melakukan otokritik terhadap watak lemah manusia Indonesia umumnya, yang disebutnya berciri hipokrit, ABS (Asal Bapak Senang), dan suka mengatakan “bukan saya” untuk melempar tanggungjawab.

Otokritik ini mengundang banyak reaksi. Namun diakui kebenarannya, karena dimaksudkan untuk self correction, dan membangun mental positif bangsa.

Mentalitas “bukan saya” pada diri elit kekuasaan esensinya merefleksikan sikap pengecut, karena ketakutan kehilangan priviledge.

Dalam perspektif priyayi feodal yang mengabdi kepada kepentingan kolonial tanggungjawab bukan merupakan bagian dari bukti pengabdian yang ditujukan kepada rakyat.

Sebagai kasta sosial tinggi golongan priyayi harus memelihara sikap status quo, sehingga di dalam bekerja menekankan “apa yang elok, bukan apa yang seharusnya”. Karena itu tanggungjawab bukan urusan mereka.

Itulah misalnya tatkala Budi Utomo didirikan sebagai organisasi yang memberikan pertanggungjawaban sosial kepada masyarakat, golongan priyayi konservatif khawatir, karena dianggap mengancam kedudukan mereka, sehingga membentuk perkumpulan tandingan bernama Regenten Bond Setia Mulia pada tahun yang sama dengan kelahiran Budi Utomo, 1908.

Mentalitas “bukan saya” esensinya juga sama dengan ucapan YNTKTS, “Ya Ndak Tau Kok Tanya Saya”.

YNTKTS adalah salah satu bentuk melempar tanggungjawab, karena tidak adanya kemampuan dan kapasitas kepemimpinan.

Mentalitas seperti ini yang menyebabkan negara sekarang semakin berantakan, karena para elit kekuasaannya merasa tidak punya beban, sebab menganggap beban ditanggung oleh rakyat, seperti yang berlangsung saat ini.

Akibatnya semakin banyak pelaku yang merupakan pemicu malapetaka kemanusiaan di negeri ini bebas berkeliaran begitu saja. Seperti terlihat dalam kasus Malapetaka Kanjuruhan.

Mentalitas “bukan saya” dan YNTKTS kini sudah menjadi mindset umum elit kekuasaan di eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Di Mahkamah Konstitusi misalnya, mentalitas “bukan saya” diperlihatkan tanpa malu oleh para hakim konstitusi, meski peraturan ambang batas 20 persen bagi pencalonan presiden tidak ada di dalam Undang-undang Dasar ‘45. Mentalitas serupa juga diperlihatkan oleh Ketua Umum PSSI.

Mengutip pernyataan tokoh nasional Dr Rizal Ramli di akun twitter-nya baru-baru ini, karakter seperti itu tidak pernah dicontohkan oleh para pemimpin pergerakan Indonesia di era perjuangan kemerdekaan dulu.

Tradisi para tokoh pergerakan kemerdekaan kala itu, menurutnya, umumnya berlandaskan karakter dan idealisme. Berani memimpin berarti berani mempertanggujawabkan kepemimpinan.

Di era itu para pemimpin pergerakan masuk-keluar penjara untuk mempertanggungjawabkan idealisme dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa, dan setelah mendapat kepercayaan rakyat didaulat menjadi pemimpin.

Di era sekarang justru sebaliknya, terlampau banyak figur yang tak memiliki kapasitas dan integritas menjadi pemimpin, akibatnya banyak yang mendekam di dalam penjara, karena kasus korupsi dan perbuatan tercela lainnya.

Kini semakin terbukti ucapan Bung Hatta:

Bangsa besar ini, di zaman besar dan abad besar ini, hanya lahir penguasa-penguasa kerdil yang mengkerdilkan bangsanya sendiri.

Kerdil oleh karena mentalitas “bukan saya”, dan ucapan memalukan “Ya Ndak Tau Kok Tanya Saya” alias YNTKTS.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Trending

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 46 Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 47
Kriminal3 minggu ago

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan

Kronologi, Gorontalo – KBO Sat Intelkam Polresta Gorontalo Kota dan Kapolsek Kota Utara mendatangi pemilik rumah makan Kedai 69 yang...

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 48 Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 49
Kriminal2 bulan ago

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut

Kronologi, Gorontalo – Satu unit mobil pick up dengan nomor polisi DM 8317 BN diamankan aparat Polres Gorontalo Utara (Gorut)...

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 50 Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 51
Kriminal2 bulan ago

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi

Kronologi, Gorontalo – Kepolisian Resor Gorontalo mengamankan warga berinisial SR alias Arif (35) karena sempat ditenggarai seorang teroris. Penangkapan warga...

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 52 Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 53
Kriminal2 bulan ago

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya

Kronologi, Gorontalo – Aparat kepolisian dari Polres Gorontalo Utara (Gorut) dibantu Polsek Gentuma Raya, menggerebek satu tempat penyulingan minuman keras...

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 54 Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 55
Kriminal3 bulan ago

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara

Kronologi, Gorontalo – Kapolres Gorontalo Utara (Gorut) AKBP Juprisan Pratama Ramadhan Nasution, meminta agar masyarakat turut berperan aktif dalam pemberantasan...

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 56 Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 57
Kriminal3 bulan ago

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya

Kronologi, Gorontalo – Sepanjang periode 2021-2022, Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo telah menangani enam kasus besar penambangan dan pengangkutan material batu...

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 58 Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 59
Kriminal3 bulan ago

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib

Kronologi, Bone Bolango – Ribuan karung yang menumpuk di pinggir jalan dan terpasang garis polisi di Desa Buludawa, Kecamatan Suwawa,...

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 60 Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 61
Kriminal3 bulan ago

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo

Kronologi, Gorontalo – Seorang karyawan perusahaan leasing di Kota Gorontalo menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh salah seorang oknum anggota...

Facebook

Advertisement

Terpopuler

Copyright © 2018 PT Ininnawa Digital Media