Connect with us

Nasional

Teddy: Demi Main Game, Kita Biarkan Negara Diremehkan Perushaaan Aplikasi

Published

on

Teddy: Demi Main Game, Kita Biarkan Negara Diremehkan Perushaaan Aplikasi 32

Kronologi, Jakarta – Partai Garuda mendukung langkah pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), yang memblokir sejumlah ‘aplikasi bandel’.

Aksi pemblokiran terhadap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang tak mau ikut aturan Pemerintah ini menjadi isu terhangat di jagat maya.

Media sosial Twitter kemarin diramaikan dengan kekesalan warganet setelah mengetahui adanya pemblokiran beberapa laman dan aplikasi oleh Kominfo.

Pemblokiran ini dilakukan karena aplikasi dan laman-laman tersebut tidak mendaftar dan mematuhi aturan PSE Lingkup Privat.

Tagar #BlokirKominfo pun sempat menjadi salah satu yang paling populer di Twitter, dengan 52,9 ribu pembicaraan pada Sabtu (30/7/2022).

“Apa yang dilakukan oleh Kemenkominfo dengan memblokir aplikasi-aplikasi yang tidak mau mendaftar sebagai penyelenggara sistem elektronik sampai batas waktu yang ditentukan adalah tindakan yang sangat tepat, karena menjalankan aturan, bukan mengakali aturan,” kata Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi dalam keterangan tertulis, Senin (1/8/2022).

Teddy: Demi Main Game, Kita Biarkan Negara Diremehkan Perushaaan Aplikasi 33

Teddy mengaku, aneh jika ada segelintir orang yang justru menyalahkan Kominfo atas pemblokiran ini. Menurutnya, pemerintah seharusnya didukung karena telah menegakkan aturan, yakni memblokir PSE yang tidak mau taat pada ketentuan.

“Anehnya ada segelintir orang menyalahkan Kemenkominfo. Jelas ini tidak normal. Seharusnya yang diprotes itu jika pemerintah tidak menjalankan aturan, bukan malah ketika pemerintah menjalankan aturan. Ini yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan. Jelas tidak normal,” cetus Teddy.

Mestinya, lanjut dia, dari awal jika tidak setuju baik itu UU maupun aturan dibawahnya terkait PSE ini, semua pihak bisa menajukan ke MK atau MA, agar aturan itu dibatalkan. Bukan ketika aturan itu ada dibiarkan tapi ketika aturan dilaksanakan, ramai-ramai menyalahkan pelaksana aturan tersebut.

Teddy pun menegaskan, netizen seharusnya marah kepada perusahaan digital yang tak mau ikut aturan di Indonesia. Karena, menurutnya, perusahaan-perusahaan tersebut tidak menghormati Indonesia.

“Perusahaan aplikasi tidak menghormati, meremehkan dan mau kangkangi negara ini, mereka tidak mau patuhi regulasi, seharusnya kita marah sama mereka bukan malah marah sama pemerintah. Mereka seenaknya meremehkan negara kita, kenapa kita jadi membela mereka?,” ucap dia penasaran.

“Apa karena demi bisa main game di aplikasi tersebut lalu mengkhianati negara ini? Apakah serendah itu sikap kita? Ini jelas tidak normal,” ujar Juru Bicara Partai Garuda itu.

Editor: Alfian Risfil A
Advertisement

Trending

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 47 Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 48
Kriminal3 minggu ago

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan

Kronologi, Gorontalo – KBO Sat Intelkam Polresta Gorontalo Kota dan Kapolsek Kota Utara mendatangi pemilik rumah makan Kedai 69 yang...

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 49 Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 50
Kriminal2 bulan ago

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut

Kronologi, Gorontalo – Satu unit mobil pick up dengan nomor polisi DM 8317 BN diamankan aparat Polres Gorontalo Utara (Gorut)...

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 51 Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 52
Kriminal2 bulan ago

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi

Kronologi, Gorontalo – Kepolisian Resor Gorontalo mengamankan warga berinisial SR alias Arif (35) karena sempat ditenggarai seorang teroris. Penangkapan warga...

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 53 Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 54
Kriminal2 bulan ago

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya

Kronologi, Gorontalo – Aparat kepolisian dari Polres Gorontalo Utara (Gorut) dibantu Polsek Gentuma Raya, menggerebek satu tempat penyulingan minuman keras...

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 55 Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 56
Kriminal3 bulan ago

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara

Kronologi, Gorontalo – Kapolres Gorontalo Utara (Gorut) AKBP Juprisan Pratama Ramadhan Nasution, meminta agar masyarakat turut berperan aktif dalam pemberantasan...

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 57 Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 58
Kriminal3 bulan ago

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya

Kronologi, Gorontalo – Sepanjang periode 2021-2022, Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo telah menangani enam kasus besar penambangan dan pengangkutan material batu...

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 59 Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 60
Kriminal3 bulan ago

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib

Kronologi, Bone Bolango – Ribuan karung yang menumpuk di pinggir jalan dan terpasang garis polisi di Desa Buludawa, Kecamatan Suwawa,...

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 61 Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 62
Kriminal3 bulan ago

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo

Kronologi, Gorontalo – Seorang karyawan perusahaan leasing di Kota Gorontalo menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh salah seorang oknum anggota...

Facebook

Advertisement

Terpopuler

Copyright © 2018 PT Ininnawa Digital Media