Connect with us

Nasional

Lieus Kaget Dapat Info A1 Gerakan Pembangkrutkan Pertamina

Published

on

Lieus Kaget Dapat Info A1 Gerakan Pembangkrutkan Pertamina 31

Kronologi, Jakarta – Sejak Pertamina meluncurkan aplikasi MyPertamina untuk membeli BBM, media massa ramai dengan pemberitaan pro kontra terkait kebijakan yang dianggap tidak populis dan menyengsarakan rakyat itu.

​Bahkan, Medsos dipenuhi dengan segala macam meme dan komentar berisi hujatan terhadap Pertamina. Digitalisasi Pertamina itu dianggap sebagai akal-akalan penguasa untuk mengeruk pundi-pundi demi persiapan pemilu 2024.

​Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma membantah semua anggapan tersebut.

“Saya tadinya juga beranggapan kebijakan itu cuma akal-akalan Pertamina. Sampai kemudian saya benar-benar kaget ketika mendapat informasi A1 dari orang dalam Pertamina tentang apa sebenarnya yang terjadi,” kata Lieus kepada wartawan, Kamis (7/7/2022).

​Menurut Lieus, dari informasi yang diperolehnya, ada raksasa kapitalis dan cukong oligarki yang sejak lama mengingingkan Pertamina bangkrut.

“Jika gerakan membangkrutkan Pertamina ini berhasil, maka mau tak mau Pertamina harus dijual ke atau dialihkan ke pihak swasta. Ini yang berbahaya,” ujar Lieus.

​Lieus menambahkan, dari informasi yang diterimanya, salah satu upaya Pertamina melawan upaya pembangkrutan itu ialah dengan menerapkan kebijakan digitalisasi melalui MyPertamina itu. Tujuannya dengan tetap menjalankan tugas dari regulator dalam mengendalikan penggunaan BBM Subsidi dan BBM Penugasan. Sehingga hanya mereka yang layak yang boleh membeli, tapi syaratnya harus mendaftar lebih dulu melalui verifikasi aplikasi MyPertamina.

​Tapi baru saja kebijakan itu diterapkan, muncul kemudian gerakan masif kasih bintang 1 untuk aplikasi ini.

“Pokoknya burukin agar terkesan Pertamina tidak profesional lalu Pertamina harus di swastakan,” kata Lieus.

​“Saya melihat, ada pihak yang takut potensi raksasa Fintech milik anak Bangsa akan bangkit. Ini membuat para kapitalis dan cukong oligarki panik. Sebab, MyPertamina ternyata bukan sekedar masalah big data dan mengawasi subsidi dan distribusi penugasan BBM,” kata Lieus.

​Tapi kenapa MyPertamina dicecar sebagai kebijakan yang menyengsarakan rakyat?

“Karena ada pihak-pihak yang takut akan kehilangan banyak cuan dari bisnis BBM yang berjalan selama ini,” tegas Lieus.

​Para kapitalis dan cukong oligarki itu, ujar Lieus, selama ini sangat menikmati keuntungan dari bisnis BBM dan bahkan ingin menguasainya.

“Mereka melihat apliksi ecommerce berbasis Fintech yang 100% milik bangsa ini akan menyapu bersih perputaran uang dengan transaksi digital ini. Dan itu berarti kesempatan mereka untuk terus menguasai bisnis BBM akan hilang,” jelasnya.

​Dengan 270 juta penduduk, ujar Lieus, Indonesia adalah pangsa pasar yang luar biasa besar. Belum lagi jika melihat Pertamina punya jaringan bisnis yang luar biasa dan tersebar luas di seluruh Indonesia.

​ “Bayangkan jika digitalisasi BBM ini berhasil, bukan tidak mungkin besok LPG, Pelumas dan lain-lain kebutuhan sehari-hari rakyat seperti gadget, jasa, logam mulia, property dan lain-lain bisa dibeli di MyPertamina yang Fintechnya 100 persen milik anak bangsa. Apa ini bukan suatu yang luar biasa? MyPertamina bisa tumbuh seperti besar Amazon atau Alibaba. Dan itulah yang ditakutkan para cukong Oligarki itu,” kata Lieus.

​Harus diingat, tegas Lieus, para kapitalis dan cukong oligarki itu memang sudah sejak lama tidak menginginkan Pertamina tumbuh sebagai bisnis yang sehat dan berkembang baik.

“Sebab, para kapitalis dan cukong oligarki itu memang menghendaki Pertamina bangkrut,” tegasnya.

Namun, ujar Lieus, agar kebijakan beli BBM dengan MyPertamina ini tidak menimbulkan dugaan macam-macam, Pertamina harus transparan. Harus membuka kepada publik maksud dan tujuan dari kebijakan yang ia terapkan.

“Transparansi itu penting agar masyarakat tahu kenapa kebijakan itu dilakukan. Pertamina harus memberitahu apa kesulitan yang mereka hadapi, dan prospek apa yang akan diraih dengan kebijakan barunya ini. Bila perlu Pertamina membentuk badan pengawas yang diambil dari tokoh-tokoh masyarakat untuk mengawasi jalannya digitalisasi beli BBM melalui MyPertamina ini,” tutur Lieus.

Tanpa transparansi, ujar Lieus, maka jangan salahkan jika rakyat beranggapan kebijakan ini cuma akal-akalan karena Pertamina sudah dianggap bagian dari oligarki itu sendiri.

Penulis: Tio
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Trending

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 46 Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 47
Kriminal3 minggu ago

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan

Kronologi, Gorontalo – KBO Sat Intelkam Polresta Gorontalo Kota dan Kapolsek Kota Utara mendatangi pemilik rumah makan Kedai 69 yang...

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 48 Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 49
Kriminal2 bulan ago

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut

Kronologi, Gorontalo – Satu unit mobil pick up dengan nomor polisi DM 8317 BN diamankan aparat Polres Gorontalo Utara (Gorut)...

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 50 Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 51
Kriminal2 bulan ago

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi

Kronologi, Gorontalo – Kepolisian Resor Gorontalo mengamankan warga berinisial SR alias Arif (35) karena sempat ditenggarai seorang teroris. Penangkapan warga...

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 52 Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 53
Kriminal2 bulan ago

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya

Kronologi, Gorontalo – Aparat kepolisian dari Polres Gorontalo Utara (Gorut) dibantu Polsek Gentuma Raya, menggerebek satu tempat penyulingan minuman keras...

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 54 Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 55
Kriminal3 bulan ago

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara

Kronologi, Gorontalo – Kapolres Gorontalo Utara (Gorut) AKBP Juprisan Pratama Ramadhan Nasution, meminta agar masyarakat turut berperan aktif dalam pemberantasan...

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 56 Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 57
Kriminal3 bulan ago

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya

Kronologi, Gorontalo – Sepanjang periode 2021-2022, Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo telah menangani enam kasus besar penambangan dan pengangkutan material batu...

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 58 Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 59
Kriminal3 bulan ago

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib

Kronologi, Bone Bolango – Ribuan karung yang menumpuk di pinggir jalan dan terpasang garis polisi di Desa Buludawa, Kecamatan Suwawa,...

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 60 Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 61
Kriminal3 bulan ago

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo

Kronologi, Gorontalo – Seorang karyawan perusahaan leasing di Kota Gorontalo menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh salah seorang oknum anggota...

Facebook

Advertisement

Terpopuler

Copyright © 2018 PT Ininnawa Digital Media