Connect with us

Headline

Media Asing Rame-rame Soroti Demo Kecam Singapura karena Usir UAS

Published

on

Media Asing Rame-rame Soroti Demo Kecam Singapura karena Usir UAS 31

Kronologi, Jakarta – Sejumlah media asing menyoroti aksi demo mengecam Singapura yang dilakukan oleh pendukung pendakwah kondang Indonesia Ustaz Abdul Somad (UAS) beberapa waktu lalu di sejumlah daerah seperti DKI Jakarta dan Medan, Sumatera Utara.

Aksi protes itu mereka lakukan usai pemerintah Singapura melakukan penolakan terhadap UAS lantaran pendakwah Indonesia itu dinilai sebagai tokoh ekstremis dan melakukan segregasi atau memecah belah masyarakat.

The Straits Times melaporkan aksi protes di Medan yang digawangi oleh Aliansi Ormas Islam Sumatera Utara.

Beberapa dari demonstran memegang plakat bertuliskan “Usir Duta Besar Singapura”, “Boikot produk Singapura”, “Sarang Penjahat Singapura”, “Singapura adalah tanah Melayu, bukan milik Cina”, dan “Singapura jahat dan menjijikkan”.

Dalam video berdurasi 45 detik yang diunggah di Twitter, seorang pengunjuk rasa terlihat berbicara melalui pengeras suara dan memamerkan popularitas UAS di luar Indonesia.

“Dia disambut di Malaysia. Dia disambut di Brunei. Dia disambut di negara-negara Asia Tenggara. Tapi, negara bernama Singapura mengusir dan menolaknya tanpa alasan khusus. Tuhan Maha Besar,” teriaknya kepada massa.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) kemudian memastikan aparat penegak hukum telah dikerahkan untuk menjaga keselamatan dan keamanan pekerja di Kedubes Singapura. Sekitar 900 personel polisi dikerahkan untuk memastikan keamanan aksi protes tersebut.

“Pemerintah Singapura memantau dengan cermat situasi di misi luar negeri kami di Indonesia,” demikian pernyataan salah satu staf MFA.

Mereka mengamini, aksi protes itu dilakukan sebagai respons penolakan pendukung UAS terhadap kebijakan Kementerian Dalam Negeri Singapura. Namun mereka juga menegaskan bahwa Singapura memiliki aturan masing-masing, dan mereka menganggap serius setiap orang yang menganjurkan kekerasan atau mendukung ajaran ekstrimis dan segregasi.

Senada, Channel News Asia (CNA) juga menyoroti aksi protes yang dilakukan oleh sekitar 50 pria dan wanita di DKI Jakarta pada 20 Mei lalu. Dengan beratribut spanduk, mereka melakukan protes di depan Kedutaan Besar Singapura di tengah hujan lebat.

Salah satu spanduk mereka berbunyi: “Hentikan Islamofobia. Singapura minta maaf dalam waktu 2×24 jam kepada rakyat Indonesia. Jangan ganggu ulama kami”.

CNA juga menyoroti perkataan UAS yang menyatakan bahwa dirinya tak gentar pergi ke Singapura lantaran negara itu merupakan tanah Melayu yang menurutnya mirip dengan daerah asalnya, Riau dan merupakan bagian dari kerajaan Tumasik Melayu.

Kerajaan Melayu yang dimaksud ialah Kesultanan Johor dan Kesultanan Johor-Riau. Secara rinci, Kesultanan Johor menguasai Tumasik atau Singapura sepanjang tahun 1511-1699 dan Kesultanan Johor-Riau sepanjang 1699-1818. Sebelum akhirnya dikuasai oleh perusahaan dagang Inggris di bawah pemerintahan Thomas Stamford Raffles sejak 19 Januari 1819 M.

“Kalau saya bilang saya terhalang untuk mengunjungi Singapura, itu sama dengan mengatakan bahwa saya terhalang untuk mengunjungi Minangkabau, karena Singapura adalah tanah Melayu,” kata UAS.

“Kami orang Riau menganggap Singapura bagian dari tanah kami,” imbuhnya.

Lebih lanjut, CNA juga melaporkan bahwa aksi protes di Medan lebih besar ketimbang yang terjadi di Jakarta. Para pengunjuk rasa berkumpul di sebuah masjid dan berbaris menuju konsulat jenderal Singapura, menuntut agar Singapura bertanggung jawab karena mendeportasi UAS.

Seorang perwakilan dari kelompok tersebut mengatakan bahwa keputusan Singapura telah melukai perasaan umat Islam dan mempengaruhi kedaulatan Indonesia.

“Kami negara besar. Singapura negara kecil. (Keduanya) harus berdiri tegak bersama,” kata salah satu pengunjuk rasa.

“Dia bukan kriminal. Bahkan dia quote dan unquote, warga negara kelas atas karena dia intelektual. Semua yang dia katakan didasarkan pada landasan akademis yang kuat. Jangan sampai asumsi membuat seseorang diperlakukan tidak adil,” tambahnya.

Editor: Alfian Risfil A
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Trending

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 46 Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 47
Kriminal3 minggu ago

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan

Kronologi, Gorontalo – KBO Sat Intelkam Polresta Gorontalo Kota dan Kapolsek Kota Utara mendatangi pemilik rumah makan Kedai 69 yang...

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 48 Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 49
Kriminal2 bulan ago

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut

Kronologi, Gorontalo – Satu unit mobil pick up dengan nomor polisi DM 8317 BN diamankan aparat Polres Gorontalo Utara (Gorut)...

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 50 Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 51
Kriminal2 bulan ago

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi

Kronologi, Gorontalo – Kepolisian Resor Gorontalo mengamankan warga berinisial SR alias Arif (35) karena sempat ditenggarai seorang teroris. Penangkapan warga...

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 52 Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 53
Kriminal2 bulan ago

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya

Kronologi, Gorontalo – Aparat kepolisian dari Polres Gorontalo Utara (Gorut) dibantu Polsek Gentuma Raya, menggerebek satu tempat penyulingan minuman keras...

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 54 Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 55
Kriminal3 bulan ago

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara

Kronologi, Gorontalo – Kapolres Gorontalo Utara (Gorut) AKBP Juprisan Pratama Ramadhan Nasution, meminta agar masyarakat turut berperan aktif dalam pemberantasan...

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 56 Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 57
Kriminal3 bulan ago

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya

Kronologi, Gorontalo – Sepanjang periode 2021-2022, Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo telah menangani enam kasus besar penambangan dan pengangkutan material batu...

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 58 Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 59
Kriminal3 bulan ago

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib

Kronologi, Bone Bolango – Ribuan karung yang menumpuk di pinggir jalan dan terpasang garis polisi di Desa Buludawa, Kecamatan Suwawa,...

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 60 Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 61
Kriminal3 bulan ago

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo

Kronologi, Gorontalo – Seorang karyawan perusahaan leasing di Kota Gorontalo menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh salah seorang oknum anggota...

Facebook

Advertisement

Terpopuler

Copyright © 2018 PT Ininnawa Digital Media