Connect with us

Headline

Sindir Jokowi, WALHI: Sibuk Traktoran, Tak Peduli Bencana Kalimantan

Published

on

Sindir Jokowi, WALHI: Sibuk Traktoran, Tak Peduli Bencana Kalimantan 31

Kronologi, Jakarta — Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Barat, Nicodemus Ale menyindir Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tidak peduli dengan tanah Borneo alias Kalimantan.

Nico menyebut, hal itu terlihat jelas saat Jokowi lebih memilih meresmikan proyek infrastruktur, Bendungan Karalloe di Sulawesi Selatan, Selasa (23/11/2021).

Dalam rangkaian kegiatan itu, Jokowi pun mencoba mengendarai traktor untuk menanam jagung di Kabupaten Jeneponto, Sulsel.

Di satu sisi, Walhi Kalbar pernah ‘mengundang’ Jokowi untuk datang langsung meninjau lokasi banjir di Sintang, Kalimantan Barat yang telah terjadi sejak lebih dari satu bulan lalu.

“Situasi ini sangat amat disayangkan bahwa presiden lebih memilih ke daerah lain dibanding ke daerah yang mengalami bencana. Seolah-olah kalau ngeliat-nya, they dont care about Borneo. Negara udah enggak peduli terhadap Kalimantan,” kata Nico, Selasa (23/11/2021).

Nico menyebut, kehadiran pemerintah yang diwakili Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Sintang tidaklah cukup. Nico menilai, Jokowi lebih baik turun langsung untuk meninjau langsung kondisi riil di wilayah tersebut.

“Meskipun dalam konteksnya presiden mengundang Menteri PUPR untuk meninjau lokasi [banjir di Sintang], tapi ini kan tidak meninjau secara keseluruhan terhadap ekologis yang ada di Sintang,” ujarnya.

“Ini kaitannya dengan perencanaan wacana normalisasi pengerukan sungai Kapuas, tapi tidak hanya melihat secara keseluruhan,” imbuhnya.

Paling tidak, kata Nico, Jokowi hadir untuk bertemu dengan masyarakat dan memberikan penguatan. Ia mengatakan pemerintah bisa mendengar langsung dari masyarakat dan menindaklanjutinya.

“Sebenarnya kita minta kehadiran negara dalam situasi ini untuk memberikan sedikit banyaknya semangat untuk korban. kedua, kehadiran negara untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi lingkungan yang ada di Kalimantan secara keseluruhan,” katanya seperti dikutip cnn.

Nico mengatakan, Sintang merupakan hanya satu gambaran yang memperlihatkan kondisi di Kalimantan saat ini. Ia menyebut, beberapa provinsi lain di Kalimantan juga banyak yang diterjang banjir.

“Sekarang ini rakyat Indonesia, Kalimantan ini mengalami ancaman. Ancaman memang tidak hanya datang dari perang tapi dari bencana alam. Kami minta tanggung jawab negara secara utuh dalam menjamin keselamatan rakyat RI,” ujarnya.

Jika Tak Datang, Buktikan Lewat Kebijakan

Manajer Kampanye Pangan, Air, dan Ekosistem Esensial Walhi Wahyu Perdana mengatakan tak masalah jika Jokowi benar-benar tak mau meninjau langsung lokasi banjir di Kalimantan. Namun, ia meminta Jokowi harus hadir dalam kebijakan-kebijakan yang turut menimbulkan bencana ekologis tersebut.

“Sebenarnya tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk kunjungan ya. karena yang kita butuhkan komitmen perubahan kebijakan yang lebih adil. Kalau datang tapi enggak ada perubahan kebijakan ya sama aja,” kata Wahyu, Selasa (23/11/2021).

Wahyu menilai dengan kondisi bencana-bencana yang sudah terjadi saat ini, Jokowi seharusnya segera melakukan pengkajian kembali atas izin-izin konsesi yang merugikan.

Ia mengatakan, Jokowi harus membuktikan pernyataan-pernyataannya lewat kebijakan dan pelaksanaan konkret di lapangan.

“Kita menunggu statement-nya yang dia sebut karena perubahan alih fungsi lahan bertahun tahun yang lalu. Sekarang dia punya kewenangan. Saya tunggu telunjuknya pemerintah memerintahkan apa yang disebutkan penyebab banjir itu, izin-izinnya dicabut,” tuturnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang menyatakan banjir yang telah berlangsung selama lima pekan akhirnya menunjukkan tanda-tanda surut. Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Sintang, Benyamin mengatakan dari 12 kecamatan yang awalnya terdampak, saat ini tersisa enam.

“Sudah berangsur surut [kecamatan-kecamatan yang berada] di bantaran Sungai Melawi. Jumlah pengungsi 1970 KK, 6860 jiwa. Tinggal 6 kecamatan,” papar Benyamin.

Benyamin mengungkapkan bahwa kecamatan yang masih terdampak adalah kecamatan yang berada di bantaran Sungai Kapuas. Sementara, kecamatan di bantaran Sungai Melawi sudah surut.

Editor: Alfian Risfil A
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Trending

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 46 Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 47
Kriminal2 minggu ago

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan

Kronologi, Gorontalo – KBO Sat Intelkam Polresta Gorontalo Kota dan Kapolsek Kota Utara mendatangi pemilik rumah makan Kedai 69 yang...

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 48 Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 49
Kriminal2 bulan ago

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut

Kronologi, Gorontalo – Satu unit mobil pick up dengan nomor polisi DM 8317 BN diamankan aparat Polres Gorontalo Utara (Gorut)...

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 50 Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 51
Kriminal2 bulan ago

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi

Kronologi, Gorontalo – Kepolisian Resor Gorontalo mengamankan warga berinisial SR alias Arif (35) karena sempat ditenggarai seorang teroris. Penangkapan warga...

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 52 Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 53
Kriminal2 bulan ago

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya

Kronologi, Gorontalo – Aparat kepolisian dari Polres Gorontalo Utara (Gorut) dibantu Polsek Gentuma Raya, menggerebek satu tempat penyulingan minuman keras...

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 54 Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 55
Kriminal2 bulan ago

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara

Kronologi, Gorontalo – Kapolres Gorontalo Utara (Gorut) AKBP Juprisan Pratama Ramadhan Nasution, meminta agar masyarakat turut berperan aktif dalam pemberantasan...

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 56 Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 57
Kriminal3 bulan ago

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya

Kronologi, Gorontalo – Sepanjang periode 2021-2022, Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo telah menangani enam kasus besar penambangan dan pengangkutan material batu...

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 58 Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 59
Kriminal3 bulan ago

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib

Kronologi, Bone Bolango – Ribuan karung yang menumpuk di pinggir jalan dan terpasang garis polisi di Desa Buludawa, Kecamatan Suwawa,...

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 60 Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 61
Kriminal3 bulan ago

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo

Kronologi, Gorontalo – Seorang karyawan perusahaan leasing di Kota Gorontalo menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh salah seorang oknum anggota...

Facebook

Advertisement

Terpopuler

Copyright © 2018 PT Ininnawa Digital Media