Connect with us

Tekno

Dari Menggoda hingga Penyuapan, Ini Lima Jenis Pelecehan Seksual Paling Sering Terjadi

Published

on

Dari Menggoda hingga Penyuapan, Ini Lima Jenis Pelecehan Seksual Paling Sering Terjadi 31

Kronologi, Jakarta – Pelecehan seksual atau segala tindakan seksual yang tidak diingankan, dapat terjadi pada siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Dijelaskan oleh konten kreator Nannette Jacobus, setidaknya ada lima jenis pelecehan seksual yang paling umum dan paling sering terjadi di masyarakat.

Berbicara dalam acara webinar webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Jumat (17/9/2021), berikut adalah jenis pelecehan seksual paling umum;

Pelecehan Gender

Pelecehan gender merupakan komentar yang menghina, gambar atau tulisan yang merendahkan perempuan, lelucon cabul atau humor tentang seks pada perempuan.

Perilaku Menggoda

Tindakan mengulangi ajakan seksual yang tidak diinginkan; memaksa mengajak makan malam, minum atau kencan; atau mengirimkan surat dan panggilan telpon yang tak henti-henti meski sudah ditolak.

Penyuapan Seksual

Adalah permintaan aktivitas seksual atau perilaku terkait seks lainnya dengan janji imbalan tertentu.

Pemaksaan Seksual

Sebuah pemaksaan aktivitas seksual atau perilaku terkait seks lainnya dengan ancaman hukuman.

Pelanggaran seksual

Jenis pelanggaran seksual berat seperti menyentuh, merasakan, atau meraih tubuh secara paksa atau tindakan penyerangan seksual lainnya.

Dikatakan oleh Nannete, ada beberapa alasan mengapa tindak kejahatan seksual banyak terjadi di Indonesia, namun salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya pendidikan seksual sejak dini.

“Ini terjadi karena kurangnya pendidikan seksual sejak dini yang harusnya diberikan di usia yang lebih muda,” lanjut Nannette.

Pendidikan seksual sendiri atau edukasi seksual sendiri merupakan kegiatan untuk mengajarkan mengenai kesehatan reproduksi tubuh manusia. Pakar menyebut tujuan utama pendidikan ini bukanlah mengajarkan anak tentang seks bebas, melainkan menyadarkan anak tentang pentingnya kesehatan reproduksi sehingga tindakan pelecehan seksual maupun penyakit menular dapat dicegah.

Menariknya, Nannette juga mengatakan bahwa pelecehan seksual tidak hanya bisa terjadi di dunia nyata tetapi juga di media sosial.

Berikut ini adalah jenis-jenis pelecehan media sosial yang paling sering terjadi seperti yang dikatakan oleh Nannette Jacobus.

Sexting (Sex-Testing)

Sexting adalah aktivitas mengirim atau mengunggah konten intim, seperti foto telanjang atau setengah telanjang, juga pesan teks bermuatan seksual tanpa persetujuan kedua belah pihak.

Non-Consensual Dissemination of Intimate Images

Penyebaran foto suara audio, video, atau ujaran yang berisi konten seksual milik seseorang tanpa persetujuan orang tersebut.

Body Shaming

Body Shaming termasuk dalam kekerasan berbasis gender online karena selain menyerang aspek seksualitas pelaku. Para pelecehan ranah digital juga kerap menyerang aspek gender.

Scammer

Ini adalah aktivitas menipu seseorang lewat aplikasi kencan atau media sosial dengan cara membuat cerita palsu yang menarik sampai kemudian membangun kepercayaan target untuk akhirnya meminta uang.

Tak main-main, Nannette menjelaskan juga bagaimana korban akan mengalami dampak luar biasa dari tindakan pelecehan seperti trauma, perasaan rendah diri hingga menyakiti diri sendiri.

“Banyak korban mentalnya hacur yang kemudian meninggalkan bekas luka batin yang sulit dihilangkan,” tambah Nannette.

“Banyak korban pelecehan seksual juga melakukan tindakan menyakiti diri. Karena korban mengalami tekanan terlalu berat korban akhirnya menyakiti diri dan bahkan sampai bunuh diri,” lanjutnya.

Selain Nannette Jacobus, hadir pula dalam webinar webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Jumat (17/9/2021) CEO Waji Travest Ody Waji, Event Manager Napoleon Production M Attar Abubakar, dan Masra Suyuti.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Editor: Zulhamdi
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Trending

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 46 Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 47
Kriminal3 minggu ago

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan

Kronologi, Gorontalo – KBO Sat Intelkam Polresta Gorontalo Kota dan Kapolsek Kota Utara mendatangi pemilik rumah makan Kedai 69 yang...

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 48 Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 49
Kriminal2 bulan ago

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut

Kronologi, Gorontalo – Satu unit mobil pick up dengan nomor polisi DM 8317 BN diamankan aparat Polres Gorontalo Utara (Gorut)...

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 50 Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 51
Kriminal2 bulan ago

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi

Kronologi, Gorontalo – Kepolisian Resor Gorontalo mengamankan warga berinisial SR alias Arif (35) karena sempat ditenggarai seorang teroris. Penangkapan warga...

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 52 Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 53
Kriminal2 bulan ago

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya

Kronologi, Gorontalo – Aparat kepolisian dari Polres Gorontalo Utara (Gorut) dibantu Polsek Gentuma Raya, menggerebek satu tempat penyulingan minuman keras...

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 54 Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 55
Kriminal3 bulan ago

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara

Kronologi, Gorontalo – Kapolres Gorontalo Utara (Gorut) AKBP Juprisan Pratama Ramadhan Nasution, meminta agar masyarakat turut berperan aktif dalam pemberantasan...

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 56 Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 57
Kriminal3 bulan ago

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya

Kronologi, Gorontalo – Sepanjang periode 2021-2022, Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo telah menangani enam kasus besar penambangan dan pengangkutan material batu...

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 58 Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 59
Kriminal3 bulan ago

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib

Kronologi, Bone Bolango – Ribuan karung yang menumpuk di pinggir jalan dan terpasang garis polisi di Desa Buludawa, Kecamatan Suwawa,...

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 60 Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 61
Kriminal3 bulan ago

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo

Kronologi, Gorontalo – Seorang karyawan perusahaan leasing di Kota Gorontalo menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh salah seorang oknum anggota...

Facebook

Advertisement

Terpopuler

Copyright © 2018 PT Ininnawa Digital Media