Connect with us

Headline

PBNU-Muhammadiyah: ‘Agama’ Hilang di Visi Pendidikan 2035 Lawan Konstitusi

Published

on

PBNU-Muhammadiyah: 'Agama' Hilang di Visi Pendidikan 2035 Lawan Konstitusi 31

Kronologi, Jakarta — Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud mengkritik draf Visi Pendidikan Indonesia dalam Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2035 yang menghilangkan frasa ‘agama’ karena bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Belum, menurut pandangan saya belum (sesuai UUD),” kata Marsudi, Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Marsudi menyebutkan, pasal 31 ayat 3 UUD 1945 menyatakan bahwa pendidikan yang diselenggarakan pemerintah bertujuan mendidik bangsa Indonesia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak. Tiga hal tersebut, kata Marsudi, merupakan ranah agama.

“Kalau agama tidak ada berarti menteri tidak patuh pada konstitusi, tidak patuh pada undang-undang,” protes Marsudi.

Menurut Marsudi, negara memiliki berbagai aturan yang jika tidak ditaati akan timbul kekacauan. Semua warga negara, termasuk menteri, harus menjaga dan melaksanakan aturan umum. Aturan tersebut berupa konstitusi, UUD 1945 dan penjelasannya, dan peraturan presiden (Perpres).

“Menteri Nadiem harus menjalankan dan menghormati serta menjaga itu dalam dustur atau yang disebut dengan konstitusi 1945,” tegas Marsudi.

Marsudi meminta agar para pemangku kepentingan pendidikan turut dilibatkan dalam merencanakan draf Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2035 agar sesuai aturan yang disepakati. Warga negara, menurutnya, juga harus dilibatkan dalam pembuatan peta jalan itu.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Helmy Faishal Zaini mengatakan penghapusan kata agama dalam Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2035 bertentangan dengan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Kita memang bukan negara agama, tapi pendudukan dan warga negara kita memiliki agama. Maka, menjadi jelas posisi agama dalam kehidupan kita sangat penting,” kata Helmy dalam keterangan resmi.

Penghapusan diksi agama tersebut, menurut Helmy, akan menimbulkan gejolak di masyarakat. Padahal seharusnya, masyarakat berkonsentrasi pada persoalan-persoalan strategis dan membangun bangsa.

“Penghapusan ini tentu akan menimbulkan gejolak di masyarakat yang tentu saja akan menguras energi kita,” kata Helmy.

Sebelumnya, sejumlah pihak memprotes draf Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2035. Mereka merasa keberatan karena frasa ‘agama’ hilang dalam visi peta jalan tersebut.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan hilangnya diksi agama dalam peta jalan itu bertentangan dengan konstitusi. Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas.

“Lalu kalau seandainya tidak menyebut-nyebut agama dalam visi pendidikan, ya bertentangan dengan pasal 29 ayat 1,” kata Anwar.

Editor: Alfian Risfil A
Advertisement

Trending

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 46 Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 47
Kriminal3 minggu ago

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan

Kronologi, Gorontalo – KBO Sat Intelkam Polresta Gorontalo Kota dan Kapolsek Kota Utara mendatangi pemilik rumah makan Kedai 69 yang...

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 48 Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 49
Kriminal2 bulan ago

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut

Kronologi, Gorontalo – Satu unit mobil pick up dengan nomor polisi DM 8317 BN diamankan aparat Polres Gorontalo Utara (Gorut)...

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 50 Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 51
Kriminal2 bulan ago

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi

Kronologi, Gorontalo – Kepolisian Resor Gorontalo mengamankan warga berinisial SR alias Arif (35) karena sempat ditenggarai seorang teroris. Penangkapan warga...

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 52 Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 53
Kriminal2 bulan ago

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya

Kronologi, Gorontalo – Aparat kepolisian dari Polres Gorontalo Utara (Gorut) dibantu Polsek Gentuma Raya, menggerebek satu tempat penyulingan minuman keras...

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 54 Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 55
Kriminal3 bulan ago

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara

Kronologi, Gorontalo – Kapolres Gorontalo Utara (Gorut) AKBP Juprisan Pratama Ramadhan Nasution, meminta agar masyarakat turut berperan aktif dalam pemberantasan...

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 56 Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 57
Kriminal3 bulan ago

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya

Kronologi, Gorontalo – Sepanjang periode 2021-2022, Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo telah menangani enam kasus besar penambangan dan pengangkutan material batu...

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 58 Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 59
Kriminal3 bulan ago

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib

Kronologi, Bone Bolango – Ribuan karung yang menumpuk di pinggir jalan dan terpasang garis polisi di Desa Buludawa, Kecamatan Suwawa,...

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 60 Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 61
Kriminal3 bulan ago

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo

Kronologi, Gorontalo – Seorang karyawan perusahaan leasing di Kota Gorontalo menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh salah seorang oknum anggota...

Facebook

Advertisement

Terpopuler

Copyright © 2018 PT Ininnawa Digital Media