Connect with us

Film Indonesia

Review Miniseri “Asya Story”: Realitas Remaja Korban Kekerasan Seksual

Published

on

Review Miniseri “Asya Story”: Realitas Remaja Korban Kekerasan Seksual 31

Oleh: Ade Irwansyah

Tersebutlah Asya, seorang gadis SMA. Dan ia punya cerita getir tentang kisah hidupnya.

Ia tipikal siswa cerdas namun juga punya bakat musik. Hari-hari ini Asya, diperankan Brigitta Cynthia, tampak murung. Banyak bengong. Makan tak nafsu. Ia seperti punya firasat ada hal buruk bakal menimpanya.

Suatu hari, sepulang sekolah, ia mencuri dengar ibunya bertelepon, membicarakan seorang ibu lain yang anaknya hamil di luar nikah. “Pasti malu sekali,” kata ibunda Asya.

Dari sini kita mungkin bisa menebak ke mana cerita ini akan mengarah. Perkara kehamilan remaja menjadi wacana budaya pop kita setelah tahun lalu rilis Dua Garis Biru karya Gina S. Noer. Film itu mengumpulkan 2,6 juta penonton—terlaris ketiga tahun lalu. Tidak ada yang menyangka sebelumnya, sebuah film drama yang punya tema berat (tentang kehamilan remaja dan pernikahan dini sebagai konsekuensinya) ternyata digandrungi penonton.

Dari sukses Dua Garis Biru timbul tanya, apakah kini telah terjadi pergeseran nilai di tengah remaja kita? Apakah generasi milenial dan gen Z tak lagi memandang tabu persoalan seks di kalangan mereka?

Sebetulnya, bila menelisik lebih dalam sejarah sinema kita, cerita macam Dua Garis Biru bukan yang pertama. Pada tahun 1970-an, dua bintang remaja masa itu Rano Karno dan Yessy Gusman membintangi Buah Terlarang (1979)  yang juga berkisah tentang kehamilan di kalangan remaja. Dua-duanya sama-sama bintang kelas dan saling jatuh cinta, tapi tergelincir pada seks sebelum waktunya yang berujung pada kehamilan.

Miniseri Asya Story melangkah lebih jauh dari Buah Terlarang dan Dua Garis Biru.  Yang jadi pertanyaan utama miniseri ini: bagaimana bila kehamilan remaja terjadi karena peristiwa naas yang tak diinginkan?

Perkosaan adalah hal terburuk yang dialami seorang perempuan, entah remaja atau bukan. Ketika hal itu terjadi pada remaja, dampak traumatisnya bisa jadi lebih dalam. Perjalanan hidup seorang gadis masih panjang. Di depan masih terbentang mimpi-mimpi dan pencapaian yang ingin diraih. Namun, itu semua terenggut begitu saja oleh sebuah peristiwa keji.

Episode pertama berdurasi 11 menit, durasi yang jamak di jenis webseries. Dengan durasi sesempit itu sineas tak punya keluasaan berkisah sebagaimana dalam film panjang atau sinetron satu jam. Rumus drama tiga babak harus dipenggal. Episode satu hanya memuat babak pertama, tentang pengenalan tokoh dan masalahnya. Itu pun tak bisa berpanjang-panjang.

Namun, skenario yang ditulis ketat telah berhasil merangkum episode pertama ini dengan baik. Kita dikenalkan pada tokoh Asya, hari-harinya yang murung dan banyak diam, juga tentang aktivitasnya sebagai anak band; lalu kita juga mendapati pemahaman kehamilan remaja tak hanya malapetaka bagi si remaja yang hamil, tapi juga orangtuanya yang ikut menanggung malu; serta tragedi pemerkosaan.

Sutradara sekaligus produser Ichwan Persada tak memperlihatkan dengan vulgar adegan pemerkosaan. Dan itu memang tak perlu. Mendengar suara pun sudah cukup bikin hati getir. Dengan baik, yang disajikan pada kita adalah petunjuk bagi cerita ini selanjutnya.

Miniseri ini aslinya adalah cerita populer di aplikasi Wattpad, sebuah platform membaca novel digital. Cerita yang ditulis Sabrina Febrianti itu berhasil mengumpulkanlebih dari 28 juta pembaca. Sebuah pertanda lagi pergeseran nilai remaja kita menyangkut masalah seks pra nikah dan kekerasan seksual.

Cerita macam begini rasanya takkan bisa lolos jadi tayangan TV gratis (free to air). Di TV kita, belahan dada sedikit saja di-blur, orang merokok di-blur. Apalagi cerita soal kekerasan seksual. Layanan streaming relatif kebih longgar sensornya. Mungkin karena untuk mengaksesnya seseorang harus mengeluarkan uang, berlangganan.

Kelonggaran sensor ini membuat sineas lebih leluasa merekam realitas. Di Asya Story, misalnya, kita melihat anak SMA merokok. Tentu saja itu perbuatan salah. Tapi, anak SMA merokok hal yang jamak. Pun juga ketika ada anak SMA menjadi pelaku pemerkosaan terhadap siswa lain.

Niatan tak hendak menutupi realitas pada kehidupan remaja kita saat ini patut dipuji. Bukan saatnya lagi kenyataan hidup ditutup-tutupi. Yang penting adalah bagaimana sineas tak mengeksploitasi nafsu rendah manusia. Ichwan, sebagai seorang pria, telah amat berhati-hati mendudukkan posisi dan bersimpati pada korban. Ia menghindari adegan pemerkosaan vulgar.

Sebagai cerita pembuka, episode pertama Asya Story berhasil memikat penonton penasaran mengikuti cerita selanjutnya. Akting Brigitta Cynthia yang bertahun lalu kita kenal sebagai Gigi ‘Cherrybelle’ menunjukkan kemapuan akting jempolan sebagai Asya. Usai nonton miniseri ini, kita takkan memandangnya sama lagi sebagai gadis yang berjingkrak, menyanyi dan menari meniru idol K-Pop.

Ichwan juga patut diberi jempol untuk memberi kesempatan pada bakat-bakat muda lain di miniseri ini. Menonton serial ini selayaknya juga patut dicatat sebagai perkenalan kita pada generasi baru aktor-aktor masa depan sinema kita. Kalau ada yang hendak dikritik dari gaya penyutradaraannya, Ichwan masih tampak mengarahkan aktor-aktornya, terutama yang baru berakting atau sekadar figuran tampak staged. Tengok adegan kecil di meja makan di awal. Kita melihat kakak-beradik menyelesaikan makan bersamaan seperti sudah dikomando dan dihapal. Kurang natural kelihatannya.

Di luar itu, ia kini semakin mantap memilih cerita dan mulai menikmati peran sebagai sutradara, tak melulu jadi produser. Dengan kian menambah jam terbang mengarahkan film-film pendek atau miniseri lain, dua-tiga tahun lagi mungin kita bisa menikmati film panjangnya yang digarap dengan baik.     

Miniseri Asya Story tayang di layanan streaming Genflix. Episode baru tayang setiap Jumat dan Minggu pukul 19.00 WIB mulai 3 April 2020. (*)

Ade Irwansyah adalah wartawan dan pengamat film. Unggulan lomba artikel dan kritik film Kemendikbud (2018). Menulis buku Seandainya Saya Kritikus Film (Homerian Pustaka, 2009)

Advertisement

Trending

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 46 Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 47
Kriminal3 minggu ago

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan

Kronologi, Gorontalo – KBO Sat Intelkam Polresta Gorontalo Kota dan Kapolsek Kota Utara mendatangi pemilik rumah makan Kedai 69 yang...

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 48 Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 49
Kriminal2 bulan ago

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut

Kronologi, Gorontalo – Satu unit mobil pick up dengan nomor polisi DM 8317 BN diamankan aparat Polres Gorontalo Utara (Gorut)...

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 50 Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 51
Kriminal2 bulan ago

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi

Kronologi, Gorontalo – Kepolisian Resor Gorontalo mengamankan warga berinisial SR alias Arif (35) karena sempat ditenggarai seorang teroris. Penangkapan warga...

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 52 Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 53
Kriminal2 bulan ago

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya

Kronologi, Gorontalo – Aparat kepolisian dari Polres Gorontalo Utara (Gorut) dibantu Polsek Gentuma Raya, menggerebek satu tempat penyulingan minuman keras...

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 54 Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 55
Kriminal3 bulan ago

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara

Kronologi, Gorontalo – Kapolres Gorontalo Utara (Gorut) AKBP Juprisan Pratama Ramadhan Nasution, meminta agar masyarakat turut berperan aktif dalam pemberantasan...

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 56 Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 57
Kriminal3 bulan ago

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya

Kronologi, Gorontalo – Sepanjang periode 2021-2022, Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo telah menangani enam kasus besar penambangan dan pengangkutan material batu...

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 58 Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 59
Kriminal3 bulan ago

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib

Kronologi, Bone Bolango – Ribuan karung yang menumpuk di pinggir jalan dan terpasang garis polisi di Desa Buludawa, Kecamatan Suwawa,...

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 60 Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 61
Kriminal3 bulan ago

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo

Kronologi, Gorontalo – Seorang karyawan perusahaan leasing di Kota Gorontalo menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh salah seorang oknum anggota...

Facebook

Advertisement

Terpopuler

Copyright © 2018 PT Ininnawa Digital Media