Connect with us

Nasional

Suap Komisioner KPU Dikaitkan dengan Pilpres, PDIP: Itu Orang-orang Frustasi

Published

on

Suap Komisioner KPU Dikaitkan dengan Pilpres, PDIP: Itu Orang-orang Frustasi 31

Kronologi, Jakarta – Politikus PDIP Kapitra Ampera menganggap, pihak-pihak yang mengaitkan kasus dugaan suap proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR terpilih periode 2019-2024 yang menyeret nama Komisioner KPU Wahyu Setiawan dengan Pilpres 2019, adalah orang-orang frustrasi.

“Itu adalah orang-orang yang frustasi. Kalau orang frustasi itu nggak perlu move on. Mereka itu kan mencari opportunity, mencari kesempatan, maka dia pakai. Apa pun dikait-kaitkan,” kata Kapitra kepada wartawan, Senin (13/1/2020).

Menurut Kapitra, orang-orang frustasi itu akan selalu mencari celah untuk menyerang Presiden Jokowi. Frustasi mereka itu ditambah dengan melihat rival Jokowi di Pilpres yaitu Prabowo Subianto kini telah bersatu. Akibatnya, pihak-pihak itu makin frustasi.

“Betapa frustasinya orang-orang itu. Orang-orang yang sudah frustasi menjadi tambah frustasi, maka dia lihatnya celah ini dia masuk. Tapi dia terjebak sendiri dalam kefrustasian itu. Mudah-mudahan dia nggak sampai bunuh diri,” dalihnya.

Baca juga: KPK Minta Harun Masiku Serahkan Diri atau Masuk DPO

Kapitra menegaskan, anggapan yang dikait-kaitkan dengan Pilpres itu sama sekali tidak rasional. Karena, sangat tidak masuk akal PDIP kongkalikong dengan KPU soal Pilpres. Pasalnya, dalam proses PAW DPR di daerah pemilihan Sumatera Selatan I saja yang kini menjadi polemik, KPU menolak nama caleg Harun Masiku yang diajukan PDIP menggantikannya Nazarudin Kiemas yang meninggal Februari 2019 lalu.

Dikatakan Kapitra, pengajuan nama Harun oleh PDIP mengacu pada hasil Judicial Review (JR) PKPU Nomor 3 Tahun 2019 di mana permohonan PDIP dikabulkan sebagian oleh MA.

Selain itu, ada juga Fatwa dari MA yang pada pokoknya memohon kepada KPU untuk melaksanakan PAW dari Riezky Aprilia kepada Harun Masiku.

Baca juga: Pengamat: Suap Komisioner KPU WS Terjadi Karena Sikap PDIP Ngotot untuk PAW

Namun, pengajuan itu ditolak oleh KPU dengan alasan karena berpegang dasar Pasal 426 ayat (3) UU Pemilu. Aturan itu menyebut jika ada caleg meninggal, posisinya diganti dengan caleg dari partai dan daerah pemilihan yang sama dengan perolehan suara di urutan berikutnya. Sehingga KPU menetapkan caleg Riezky Aprilia sebagai anggota DPR terpilih menggantikan Nazarudin.

“Kita lihat indikatornya begini, partai saja sudah benar saja ditolak oleh KPU. Kan si Harun Masiku itu ditolak. Itu yang diajukan Rizki, tidak sesuai dengan surat permohonan dari PDIP. Kalau PDIP punya kedekatan dengan KPU tentu dia nggak tolak, ini KPU kan menolak. Masalah kecil saja ditolak apalagi yang besar. Ia kan?” ungkap Kapitra.

“Itu sudah ada payung hukumnya, partai mengajukan surat supaya Harun Masiku PAW. Ternyata ditolak oleh KPU sampai tiga kali meskipun ada undang-undang, ada fatwa Mahkamah Agung. Jadi bagaimana mungkin bahwa ada kongkalikong partai dengan KPU, nggak masuk akal, itu tidak benar,” tukasnya.

Baca juga: Kerja KPU Kolektif Kolegial, Pakar Hukum: WS Mustahil Pemain Tunggal

Sebelumnya, Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin meminta DPR membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk kasus dugaan suap yang menyeret Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Novel menduga kasus yang terungkap lewat rangkaian OTT KPK terhadap Wahyu itu juga berkaitan dengan Pilpres 2019 lalu.

“Masih diduga kuat itu adalah transaksi untuk upah hasil melakukan manipulasi perhitungan pilpres,” ujar Habib Novel, Sabtu (11/1/2020).

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan Wahyu ikut ‘bermain’ untuk memenangkan paslon 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dengan melakukan kecurangan secara terstruktur, sistematis, masif dan brutal (TSMB).

Baca juga: Siap, Mainkan !

Untuk itu, ia menyebut, dengan adanya Pansus, maka kasus itu bisa diusut tuntas termasuk membongkar pihak-pihak lain yang diduga terlibat. Pansus, lanjutnya, juga mengawasi KPK supaya proses hukum tidak tebang pilih.

“OTT (operasi tangkap tangan KPK terhadap Wahyu) itu juga patut diduga untuk pemenangan paslon nomor 01, dan dengan itu segera harus dibuat pansus di DPR untuk mengusut tuntas kasus OTT tersebut, dan untuk mengawasi KPK agar jangan sampai lolos dikarenakan Komisioner KPU tersebut telah diduga kuat memenangkan (paslon 01) dengan TSMB,” tukasnya.

Penulis: Nando
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Trending

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 42 Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan 43
Kriminal3 minggu ago

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polisi Datangi Room Karaoke Berkedok Rumah Makan

Kronologi, Gorontalo – KBO Sat Intelkam Polresta Gorontalo Kota dan Kapolsek Kota Utara mendatangi pemilik rumah makan Kedai 69 yang...

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 44 Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut 45
Kriminal2 bulan ago

Hendak Selundupkan Cap Tikus, Mobil Pengangkut Bawang Diamankan Polisi di Gorut

Kronologi, Gorontalo – Satu unit mobil pick up dengan nomor polisi DM 8317 BN diamankan aparat Polres Gorontalo Utara (Gorut)...

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 46 Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi 47
Kriminal2 bulan ago

Disangka Teroris, Seorang Warga Pengidap Gangguan Mental Ditangkap Polisi

Kronologi, Gorontalo – Kepolisian Resor Gorontalo mengamankan warga berinisial SR alias Arif (35) karena sempat ditenggarai seorang teroris. Penangkapan warga...

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 48 Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya 49
Kriminal2 bulan ago

Polisi Gerebek Tempat Penyulingan Cap Tikus di Gentuma Raya

Kronologi, Gorontalo – Aparat kepolisian dari Polres Gorontalo Utara (Gorut) dibantu Polsek Gentuma Raya, menggerebek satu tempat penyulingan minuman keras...

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 50 Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara 51
Kriminal3 bulan ago

Polisi Amankan Ratusan Liter Miras dari Sejumlah Lokasi di Gorontalo Utara

Kronologi, Gorontalo – Kapolres Gorontalo Utara (Gorut) AKBP Juprisan Pratama Ramadhan Nasution, meminta agar masyarakat turut berperan aktif dalam pemberantasan...

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 52 Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya 53
Kriminal3 bulan ago

Polda Gorontalo Tangani Enam Kasus Besar Batu Hitam, Ini Daftarnya

Kronologi, Gorontalo – Sepanjang periode 2021-2022, Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo telah menangani enam kasus besar penambangan dan pengangkutan material batu...

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 54 Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib 55
Kriminal3 bulan ago

Tumpukan Ribuan Karung yang Diduga Batu Hitam di Bone Bolango Raib

Kronologi, Bone Bolango – Ribuan karung yang menumpuk di pinggir jalan dan terpasang garis polisi di Desa Buludawa, Kecamatan Suwawa,...

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 56 Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo 57
Kriminal3 bulan ago

Dor! Oknum Polisi Tembak Karyawan Perusahaan Leasing di Kota Gorontalo

Kronologi, Gorontalo – Seorang karyawan perusahaan leasing di Kota Gorontalo menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh salah seorang oknum anggota...

Facebook

Advertisement

Terpopuler

Copyright © 2018 PT Ininnawa Digital Media