Turnamen Sepakbola Di Botupingge Ricuh, Ini Kronologinya - kronologi.id
Connect with us
alterntif text

Daerah

Turnamen Sepakbola Di Botupingge Ricuh, Ini Kronologinya

Published

on

Yakub Deti, warga Desa Buata yang menjadi korban pelempara batu. Foto: KR06

BoneBol, KRONOLOGI – Turnamen sepakbola antar desa yang digelar di Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo yang seharusnya menjadi hiburan masyarakat berubah petaka.

Turnamen penyisihan antar desa menuju Hamim Pou CUP (HP CUP) yang mempertemukan tim sepakbola dari Desa Tanah Putih berhadapan dengan tim sepakbola dari Desa Buata yang berlangsung di lapangan Sukma, Selasa (4/9), ini awalnya berjalan lancar. Namun saat pertandingan usai, tiba-tiba ada kejadian pelemparan batu ke arah suporter Desa Buata, yang diduga dilakukan oleh suporter tim dari Desa Tanah Putih. Hal ini memicu terjadinya keributan antara kedua belah pihak diluar lapangan.

Akibat dari insiden ini, salah satu warga desa Buata, Yakub Deti mengalami luka parah di kepala karena terkena lemparan batu. Korban kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Situasi di puskesmas juga sempat memanas, manakala anak korban yang tiba mengamuk karena tidak terima dengan apa yang dialami oleh orang tuanya itu.

Menanggapi insiden itu, Camat Botupingge, Mansur Pakaja, saat dikonfirmasi oleh awak Kronologi.id mengaku bahwa pihaknya bersama dengan pihak panitia penyelenggara telah berupaya untuk bersikap seprofesional mungkin. Dia juga berdalih bahwa kejadian tersebut terjadi di luar lapangan, sehingga hal itu diluar jangkauan dari pihak panitia.

“Kami kesulitan mengontrol kejadian karena insidennya terjadi diluar lapangan usai pertandingan. Kemampuan kita dalam mengontrol hanya ketika berada dalam lapangan. Padahal kami sudah berusaha seprofesional mungkin untuk menyiapkan acara ini.” ujar Mansur.

Sementara itu Kepala Desa Buata, Frengki Pakaya, mengaku khawatir dengan adanya insiden ini. Pasalnya, kedua keseblasan tersebut akan kembali bersua. “Saya khawatir ini akan berkepanjangan, harapan saya akan ada antisipasi dari pihak panitia untuk euforia yang berlebihan. Karena pastinya keseblasan dari masyarakat saya akan bertemu kembali dengan desa tanah putih,” ungkap Frengki.

Pihak warga dari Desa Buata juga sangat menyayangkan kesiapan dari panitia pelaksana yang dinilai sangat kurang, terutama dari segi keamanan.(KR06)

Trending

Facebook

Terpopuler