Ini Alasan Pemakzulan Darwis Moridu Menurut Aksi 149 - kronologi.id
Connect with us
alterntif text

Daerah

Ini Alasan Pemakzulan Darwis Moridu Menurut Aksi 149

Published

on

Foto: Antara

Gorontalo, Kronologi – Memimpin sejak 22 mei 2017, kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati Boelamo, Darwis Moridu dan Anas Yusuf harus dihadapkan dengan isu pemakzulan sebagai Bupati Boalemo.

Sebelumnya, Jumat (14/9), ribuan massa aksi yang tergabung dalam gerakan 149 Rakyat Boalemo Melawan, mendesak DPRD untuk mengeluarkan keputusan penggunaan hak angket hingga penakzulan Darwis Moridu sebagai Bupati.

Diwawancarai tim Kronologi.id Jumat (14/9), Koordinator aksi 149, Lahmudin Hambali membeberkan sejumlah alasan penggunaan hak angket terhadap Darwis Moridu atau lebih dikenal dengan nama Darem. 

Pertama adalah, Darem dinilai sewenang-wenang dalam memanfaatkan jabatannya sebagai Bupati, dengan melakukan mutasi terhadap sejumlah ASN (Aparatur Sipil Negara) tanpa alasan. Bahkan mutasi dilakukan dengan jeda waktu yang pendek. 

Selain itu menurut Lahmudin, alasan lainnya adalah sikap yang ditunjukkan oleh Darwis Moridu yang dinilai oleh pihaknya telah “mencederai” dan mencoreng kehormatan Dewan Adat Boalemo. Dimana Darem pernah tidak menerima kedatangan pimpinan para pemangku adat di rumah dinas, jelang peringatan Hari Raya Idul Adha beberapa waktu lalu. Padahal saat itu menurut Lahmudin, Darem tengah berada di Rumah Dinas.

Lebih lanjut, alasan yang paling prinsip menurut Lahmudin adalah tidak adanya perkembangan pembangunan yang dilahirkan oleh pemerintahan Darwis Moridu dan Anas Yusuf selama memimpin Boalemo. Setahun memimpin Boalemo, Darem tidak juga menunjukkan peningkatan kesejahteraan terhadap masyarakat Boalemo. Tak heran kemudian menurut Lahmudin, angka kemisikinan di Boalemo meroket. Dari yang sebelumnya hanya ada di angka tiga belas persen meningkat menjadi dua puluh persen.

Hingga berita ini tayang, tim Kronologi.id masih berusaha menghubungi pihak Pemerintah Boalemo untuk mendapatkan konfirmasi resminya atas gugatan gerakan 149 itu. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hukum

Facebook

Terpopuler