5 Jam Warga Blokir Akses Di Perbatasan Buol - Gorut - kronologi.id
Connect with us
alterntif text

Daerah

5 Jam Warga Blokir Akses Di Perbatasan Buol – Gorut

Published

on

Gorut, KRONOLOGI – Polemik tapal batas antara Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, dengan Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo kembali memanas. Rabu (5/9) pagi tadi, ratusan warga Kecamatan Tolinggula menggelar aksi blokade jalan di perbatasan Gorontalo dan Sulawesi Tengah sebagai bentuk protes mereka atas klaim Pemerintah Kabupaten Buol terhadap 3 (tiga) desa di kecamatan Tolinggula sebagai bagian dari Kabupaten Buol.

Dalam aksi itu, massa selain berorasidan membentangkan spanduk bertuliskan nada protes atas klaim Pemkab Buol tersebut. Massa juga melakukan aksi blokade di gerbang perbatasan Buol-Gorut. Hal ini mengakibatkan arus lalu lintas antara Buol dan Gorontalo Utara sempat lumpuh selama hampir 5 jam.

Selain melakukan blokade jalan, warga juga melakukan sweeping terhadap setiap kendaraan berplat nomor polisi DN yang masuk ke daerah Gorontalo Utara.

Menurut Arifin Wasalam salah satu warga yang menetap di tapal batas itu bahwa tapal batas antara Kabupaten Buol dan Kabupaten Gorontalo Utara tersebut sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Arifin juga mengungkapkan bahwa klaim Pemerintah Kabupaten Buol yang memasukkan Desa Cempaka Putih, Desa Papualangi dan Desa Nanati sebagai bagian dari Kecamatan Palele adalah keliru.

“Jangan karena ada kepentingan dan maksud tertentu, lalu 3 desa di Tolinggula ini dipinda statuskan. Jelas masyarakat juga tak rela.” ungkapnya.

Arifin juga menegaskan bahwa warga 3 desa tersebut tetap ingin menjadi bagian dari Gorontalo Utara. Sehingga sangat diharapkan pada pertemuan 10 September 2018 mendatang dengan pihak Kementerian Dalam Negeri, akan menghasilkan keputusan yang sesuai dengan keinginan masyarakat 3 desa tersebut. “Yang jelas kami berharap 3 desa leluhur Gorontalo Utara ini tetap berada dibawah naungan Bumi Serambi Madinah, Provinsi Gorontalo.” pungkas Arifin.(KR05)

Trending

Facebook

Terpopuler