Pedagang Tomat Jadi Korban Pengeroyokan dan Penikaman Di Terminal 42 - kronologi.id
Connect with us
alterntif text

Daerah

Pedagang Tomat Jadi Korban Pengeroyokan dan Penikaman Di Terminal 42

Published

on

HO alias Hendro, FH alias Frengki, RA alias Rizki, dan RS alias Renaldi pelaku penikaman pedagang tomat di Terminal 42, Kota Gorontalo. Foto: KR05

Gorontalo, KRONOLOGI – Nasib naas menimpa Ikram Olii (26), warga Desa Dulupi, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Gorontalo. Pria yang berprofesi sebagai pedagang tomat ini ditikam secara bergantian oleh empat orang preman di kawasan Terminal 42 Andalas Gorontalo, saat hendak melintas dikawasan tersebut, Sabtu (11/8) silam.

Menurut informasi Kapolsek Kota Utara melalui penyidik Polsek Kota Utara, Briptu Azhar N.R Nggilu, akibat dari peristiwa itu, korban mengalami luka sobek di beberapa bagian tubuh.

Dari kronologi kejadian yang didapat dari pihak kepolisian, korban saat itu sedang melintas dan ditegur oleh salah satu pelaku. Merasa ditegur, korban kemudian melihat ke arah pelaku. Namun naasnya pelaku yang melihat cara korban memandang malah membuat para pelaku tersinggung dan kemudian langsung menyerang korban.

“Alasan tersangka karena korban saat hendak ditegur memperlihatkan pandangan sinis. Tak terima dengan sikap itu lalu langsung menghajar korban,” ujar Briptu Azhar.

Nasib naas Ikram tidak hanya sampai disitu. Tidak selang berapa lama, 2 rekan pelaku tiba di lokasi kejadian dan membantu para pelaku melakukan pengeroyokan terhadap korban. Bahkan para pelaku yang masih tidak puas dengan pengeroyokan tersebut, malah menikamkan pisau ke tubuh korban.

“Untung saja korban masih sempat melarikan diri. Walaupun bersimpuh darah ia langsung menuju Polsek Kota Utara untuk melaporkan kejadian itu,” imbuh Briptu Azhar.

Petugas yang menerima laporan tersebut kemudian langsung mendatangi tempat kejadian, namun keempat pelaku penganiayaan yakni, HO alias Hendro, FH alias Frengki, RA alias Rizki, dan RS alias Renaldi sudah melarikan diri.

Keempat pelaku kemudian berhasil diringkus pada Kamis (16/8), setelah sempat hampir sepekan melarikan diri ke Kabupaten Boalemo dan Pohuato.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan satu buah senjata tajam yang dipakai secara bergantian oleh para pelaku untuk melukai korban.

Akibat perbuatannya, keempat tersangka ini terancam jeratan pasal 170 ayat 2 ke 1 subsider 351 ayat 1 KUHP junto pasal 55 KUHP dan pasal 2 ayat 1 undang undang darurat nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara.(KR05)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hukum

Facebook

Terpopuler