Konsumsi Daging di Hari Raya, Perhatikan Hal-hal Berikut - kronologi.id
Connect with us
alterntif text

Daerah

Konsumsi Daging di Hari Raya, Perhatikan Hal-hal Berikut

Published

on

Gorontalo, KRONOLOGI – Hari Lebaran Idul Adha identik dengan daging, baik daging sapi maupun daging kambing. Wajar saja jika olahan dengan bahan dasar daging sangat melimpah pada hari Raya Idul Adha dan hampir semua masyarakat dari kalangan anak-anak sampai orang tua dapat menikmatinya.

Pada umumnya daging sapi atau kambing merupakan sumber protein terbaik karena mengandung semua asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh dan bisa mengganti jaringan sel yang rusak.

Selain itu daging juga kaya akan mineral-mineral yang penting untuk proses dalam tubuh seperti zat besi (Fe), seng (Zn), mangan (Mn). Bahkan orang-orang yang terkena anemia sangat dianjurkan untuk mengonsumsi daging karena kandungan zat besinya. Daging sapi juga mengandung vitamin penting seperti tiamin (B1), riboflavin (B2), dan niasin (B3). Akan tetapi jika dikonsumsi harus memiliki batas agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan

dr. Titien G. Pajuhi mengatakan, begitu banyaknya kebaikan daging tersebut bukan berarti saat daging melimpah seperti Idul Adha menjadi bebas untuk mengonsumsi daging secara berlebihan. Konsumsi daging yang berlebihan justru dapat menimbulkan gangguan kesehatan tubuh seperti meningkatkan kolesterol jahat, lemak tubuh serta darah tinggi (hipertensi). Lalu bagaimana agar kesehatan tetap terjaga, serta meminimalisir bahaya daging yang mengintai.?

“Pertama, memperhatikan Warna Daging. Daging yang segar dan berkualitas tentu berbeda dengan daging yang sudah busuk. Cara paling mudah untuk mengetahui kualitas daging adalah dari warnanya. Daging yang sehat adalah warna daging yang tidak pucat dan tidak kotor.” Ujar dokter yang juga sebagai wakil direktur Rumah Sakit MM Dunda imi

Titien menjelaskan, Pengolahan Daging yang baik adalah dengan memilih cara pengolahan yang tidak terlalu banyak menambah jumlah kalori dan lemak pada olahan daging.

“Pengolahan daging dengan cara digoreng maupun diolah dengan santan seperti gulai akan manaikkan jumlah kalori dalam masakan. Pilihan terbaik untuk mengolah daging adalah dengan membuatnya menjadi sup. Dengan begitu tingkat kalori pada sup lebih sedikit karena dimasak menggunakan air dan sayuran yang ada pada sup,” jelas Titien

Sedangkan bagi yang memiliki kadar kolesterol caranya, pilih bagian yang memiliki lemak paling sedikit. Pada daging sapi potongan pinggang (sirloin) atau has dalam (tenderloin) adalah bagian yang sedikit kandungan lemaknya. Sementara pada daging kambing, pilihlah bagian ekstremitas dan pinggang.

Cara lain juga potong semua lemak yang terlihat sebelum memasak daging. Dibanding menggoreng, bisa juga dapat mengolah daging dengan dibakar, seperti pada hidangan steak atau hamburger. Bila tetap ingin menggoreng atau menumis daging, gunakan minyak yang mengandung lemak tidak jenuh, seperti minyak zaitun (olive oil) atau minyak kanola (canola oil).

Lanjutnya, jika ingin merebus daging atau membuat kaldu daging, diamkan sejenak air rebusan dan simpan dalam lemari pendingin selama beberapa waktu atau satu hari. Setelah itu, lemak yang membeku di bagian atasnya dapat di singkirkan, lalu airnya dapat digunakan untuk berbagai olahan, seperti sup atau tumisan sayur

Kurangi konsumsi olahan daging, seperti sosis dan nugget. Makanan olahan tersebut umumnya mengandung tinggi kalori, lemak jenuh, dan garam yang meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Sebagai alternatif pilihan, dapat dilakukan langkah mengonsumsi ikan sebagai sumber protein hewani. Ikan memang mengandung kolesterol, hanya saja lemak yang terkandung di dalamnya adalah lemak tak jenuh. Ikan juga mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan pembuluh darah dan jantung, serta menjaga daya tahan tubuh.

“Perlu ingat bahwa sumber protein tidak hanya daging, tetapi juga dari tumbuhan (protein nabati). Sumber protein lain yang dapat dijadikan pilihan adalah kacang merah, jamur, dan produk kacang kedelai, seperti tahu dan tempe. Selain sebagai sumber protein, kacang-kacangan juga memiliki kandungan serat yang baik untuk kesehatan pencernaan,” imbuhnya

Dengan mengetahui cara memasak yang benar, para penderita kolesterol tinggi tidak perlu memusuhi daging lagi.(KR05)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hukum

Facebook

Terpopuler