Bermula Kecemburuan, Pria Ini Kritis Kena Bacok Pacar - kronologi.id
Connect with us
alterntif text

Daerah

Bermula Kecemburuan, Pria Ini Kritis Kena Bacok Pacar

Published

on

Gorontalo, KRONOLOGI – Fauzan Nohu (22) mengalami luka serius di bagian punggung setelah dibacok pacarnya, Fitri Tahir (26). Kejadian itu terjadi di salah satu kos kecamatan Limboto, Kamis malam (23/8/2018) Pukul 19:00 Wita.

Hal ini bermula dari pertengkaran melalui sosial media (WhatsApp). Pria Kelurahan Bolihuangga ini cemburu kepada pacarnya Fitri yang berfoto dengan salah seorang lelaki. Tak terima dengan adegan foto tersebut lalu Fauzan menyambangi kost Fitri.

Saat tiba di kos-kosan tiba-tiba Fauzan marah, lalu ia mendobrak pintu kamar dan marah. Maka terjadilah cek-cok diantara keduanya. “Kondisi Fauzan saat itu mabuk. Tak terima dengan perilaku kasar itu, Fitri mengambil gunting lalu membacokan ke punggung Fauzan,” kata Penyidik Polsek Limboto Bripka Muh Arif.

Fauzan sempat mencoba merampas gunting dari tangan sang pacar. Adu kekuatan pun terjadi. Namun Fauzan saat itu mabuk. “Ia tak kuasa merampas gunting dari tangan Fitri. Malah tangan Fauzan teriris” lanjut Arif.

Setelah dari insiden itu Fauzan kembali ke rumah. Belum sampai masuk rumah ia langsung jatuh terpental ke tanah. Kepada sepupunya yang saat itu berada depan rumah ia meminta langsung dilarikan kerumah sakit terdekat.

“Awalnya korban mengaku kecelakaan kepada kedua orangnya. Timbul kecurigaan dari orang tua, karena korban tak memiliki lebam atau lecet sedikitpun. Setelah mengetahui kejadian sebenarnya orang tua korban lalu melaporkan Fitri ke Polsek Limboto,” sambung Arif.

Berbekal laporan itulah, akhirnya anggota Polsek Limboto mengamankan Fitri yang ditenggarai melakukan penganiayaan kepada FN. “Tidak membutuhkan waktu yang lama, berselang dari kejadian itu tepat pukul 19:30 Wita FT langsung diciduk petugas dikos-kosan dimana ia tinggal dan langsung digelandang ke polsek untuk diamankan,” tutur Arif saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (24/8/2018).

Sampai saat ini korban belum dimintai keterangan oleh penyidik, karena kondisinya yang belum 100 persen. “Kasus ini masih dalam tahap lidik. Jadi belum ada ketetapan hukum yang diberikan kepada FT,” tandasnya.

Sematara itu, penjaga kos-kosan tempat Fitri tinggal mengaku kerap melihat keduanya berselisih. “Sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka berkelahi, bahkan hampir setiap hari.” ungkapnya.

Ia pun menambahkan, bahwa keseharianya Fitri bekerja di salah satu salon kecantikan di Limboto. “Nah yang membuat korban cemburu pacarnya sering jalan bersama teman waria yang satu tempat kerja. Dari situlah awal dari semuanya,” tutupnya.(KR05)

Hukum

Facebook

Terpopuler